Rossi Minta Yamaha Tiru Ducati dan Honda

Valentino Rossi
Valentino Rossi (Net)

MOTOGP , KLIKPOSITIF -- Valentino Rossi menyarankan Yamaha mengganti mode mesin agar bisa bersaing dengan Ducati dan Honda yang saat ini mendominasi perebutan juara di lintasan balap.

Mesin yang diusulkan Rossi tersebut adalah mode V4. Selama ini, pabrikan asal Jepang itu menggunakan mesin mode Inline 4.

baca juga: Masa Depan Valentino Rossi Mulai Terkuak, Tidak Jadi Pensiun?

Diketahui, saat ini Yamaha mengalami kemunduran prestasi sejak seri Assen musim lalu. Dengan kondisi seperti itu, Yamaha berada di ambang rekor terburuk puasa kemenangan, dan akan menyamai rekor saat ini, 22 balapan (antara 1996 hingga 1998) jika mereka kembali gagal di Aragon.

Bersama Suzuki, Yamaha adalah satu dari dua tim yang menggunakan layout mesin inline four untuk motor MotoGP mereka. Sementara Honda , Ducati , Aprilia, dan KTM menggunakan konfigurasi V4.

baca juga: Berpotensi Tergusur dari Honda, Carl Crutchlow Tertarik Merapat ke Aprilia

Honda telah menggunakan konfigurasi V sejak awal era MotoGP, awalnya dengan V5 sebelum beralih menjadi V4 pada 2007. Sementara itu, Ducati selalu menggunakan mesin V4 bersudut besar Desmodromic sejak 2003.

Tahun lalu, Honda melakukan kemajuan dengan mesin setelah beralih dari counter-rotating crankshaft menjadi big-bang, yang sebelumnya dipopulerkan Yamaha .

baca juga: Jika Nanti Pensiun, Rossi Diprediksi Bakal Buat Tim MotoGP

"Masalah pada Yamaha disebabkan mungkin karena mesinnya bermasalah. Kita harus mengatakan Ducati dan Honda telah belajar dari Yamaha , karena Yamaha sudah di sana, empat tahun lalu Yamaha sangat halus. Sementara Honda serta Ducati sangat nyaring, mereka lebih agresif," katanya dikutip dari Motorsport.

Ia menyebutkan, sejauh ini, Ducati dan Honda telah benar-benar menerapkan pengembangan yang dilakukan Yamaha sebelumnya.

baca juga: Jorge Lorenzo Ungkap Satu Faktor yang Bisa Hentikan Marquez

"Sepertinya pada beberapa tahun terakhir Ducati dan Honda telah membuat mereka seperti Yamaha . Mereka menggunakan konfigurasi V, sementara kami memakai empat garis sejajar, itu bisa jadi alasannya," sebut dia

Kehilangan posisi kedua klasemen sementara setelah hanya mampu finis ketujuh di Misano, Rossi mengklaim progress pengembangan Yamaha telah menurun drastis selama beberapa musim terakhir.

Hasil kurang menggembirakan juga ditorehkan rekan satu tim Maverick Vinales, ia hanya mampu finis kelima, satu slot di bawah pembalap Suzuki, Alex Rins. Hasil ini juga membuatnya turun hingga posisi kelima klasemen sementara.

"Selama tiga tahun terakhir, kami memulai musim dengan level yang cukup baik. Namun seiring musim berjalan, khususnya paruh kedua, tampaknya secara teknis kami lebih menderita," ucap Rossi.

"Faktanya, jika Anda melihat hasil saya, saya mendapatkan lebih banyak podium di paruh pertama dibanding paruh kedua, dan ini telah terjadi selama tiga tahun," pungkasnya kemudian.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa