Jalur Etape V TdS 2018 di Limapuluh Kota masih Terendam Banjir

"Air juga terlihat masih menggenangi jalan Taram-Andaleh yang merupakan salah satu jalur yang akan dilewati para pebalap nantinya."
Kondisi jalan Taram-Andaleh, Senin (5/11) siang. (Ist)

LIMAPULUH KOTA, KLIKPOSITIF -- Banjir yang melanda beberapa daerah di Kabupaten Limapuluh Kota dalam beberapa hari terakhir mengancam penyelenggaraan etape V Tour de Singkarak (TdS) 2018 yang akan start di daerah tersebut, Kamis 8 November 2018.

Sampai Senin 5 November atau tiga hari sebelum dilangsungkannya etape V TdS 2018, beberapa jalur yang akan dilewati para pembalap kelas dunia itu masih terendam banjir.

Pantauan KLIKPOSITIF di Nagari Taram pada Senin siang, air masih tinggi merendam rumah warga di daerah tersebut. Air juga terlihat masih menggenangi jalan Taram-Andaleh yang merupakan salah satu jalur yang akan dilewati para pebalap nantinya.

"Iya, jalur TdS di Taram dan Andaleh masih direndam air. Tapi kondisi air terakhir sudah mulai surut," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Limapuluh Kota, Joni Amir, Senin 5 November.

Dikatakan Joni Amir, beberapa ruas jalan yang berada di Nagari Taram sekaligus rute TdS sudah bisa dilalui. Baik kendaraan roda dua ataupun roda empat.

"Sebagian rumah warga, tidak terendam lagi. Adanya juga rumah yang masih dikepung air. Kondisi jalan menuju Taram, sudah bisa dilewati," ucap Joni Amir.

Meski balapan TdS 2018 baru akan dilaksanakan Kamis nanti, tapi sampai saat ini cuaca masih mendung dan berpotensi untuk kembali turun hujan. Hal itu terlihat dari awan hitam yang terlihat di langit Kabupaten Limapuluh Kota. Senin pukul 18.00 hujan gerimis bahkan sudah kembali mengguyur daerah tersebut.  Apabila memang hujan kembali turun dengan intensitas yang cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan, hampir dipastikan aliran sungai Batang Sinamar yang membelah daerah tersebut kembali naik menggenangi jalan dan rumah warga di lokasi tersebut.

Terkait bencana banjir yang saat ini menimpa Kabupaten Limapuluh Kota itu, Joni Amir menyebut, ada empat kecamatan yang terdampak cukup parah, yaitu ... Baca halaman selanjutnya